Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 22-06-2021 Asal: Lokasi
Kursi roda merupakan alat penting untuk rehabilitasi. Tidak hanya sebagai alat berjalan bagi penyandang disabilitas dan penyandang disabilitas, tetapi juga sebagai alat bagi mereka untuk melakukan latihan fisik dan aktivitas sosial dengan bantuan kursi roda. Aksesoris kursi roda ada banyak, aksesoris kursi roda yang berbeda mempunyai fungsi yang berbeda pula. Diantaranya, aksesoris kursi roda manual dan aksesoris kursi roda elektrik juga memiliki perbedaan tertentu, dan aksesoris kursi roda yang berbeda juga akan memiliki perbedaan tertentu. Apa saja aksesoris kursi rodanya? Apa fungsinya masing-masing?
6. Kursi kursi
Tingginya,
kedalaman dan lebarnya tergantung pada bentuk tubuh pasien, dan tekstur bahannya juga tergantung pada jenis penyakitnya. Umumnya kedalamannya 41,43cm, lebarnya 40,46cm, dan tingginya 45,50cm.
7. Bantal
Untuk menghindari luka tekan,
perhatian besar harus diberikan pada bantal. Peti telur atau bantalan roto dapat digunakan sedapat mungkin. Bantalan jenis ini terdiri dari sepotong plastik besar dengan sejumlah besar kolom berongga plastik papiler dengan diameter sekitar 5cm. Setiap kolom lembut dan mudah dipindahkan. Setelah pasien duduk di atasnya, permukaan tekanan menjadi banyak titik tekanan. Ketika pasien bergerak sedikit, titik-titik tekanan berubah seiring dengan pergerakan puting susu. Dengan cara ini, titik tekanan dapat diubah terus menerus untuk menghindari luka tekan akibat seringnya menekan bagian yang sama. Jika bantalan seperti itu tidak ada, maka perlu menggunakan lapisan plastik busa. Ketebalannya harus 10cm, lapisan atas adalah plastik busa polikloroformat (poliaretana) kepadatan tinggi setebal 0,5cm, lapisan bawah adalah plastik kepadatan yang sama dengan kepadatan sedang, penyangga kepadatan tinggi kuat, kepadatan tengah lembut dan nyaman. Pada posisi duduk, tekanan tuberkulum iskia sangat tinggi, seringkali 1-16 kali lebih tinggi dari tekanan kapiler normal, sehingga mudah menimbulkan luka tekan akibat iskemia. Untuk menghindari tekanan berlebihan di sini, kita sering menggali sepotong pada bantalan yang sesuai untuk membuat tuberkulum iskia berada di atas. Saat menggali, bagian depan harus berada 2,5 cm di depan tuberkulum iskia, dan bagian samping harus 2,5 cm di luar tuberkulum, dengan kedalaman sekitar 7,5 cm. Setelah digali, bantalannya cekung, dan celahnya ada di belakang. Jika kita menggunakan bantalan dan sayatan di atas, kita dapat mencegah terjadinya luka tekan secara efektif.
8. Penyangga kaki dan penyangga kaki
Penyangga kaki bisa melintang di kedua sisinya, atau terpisah di kedua sisinya, keduanya bisa berayun ke satu sisi dan bisa dilepas sebaik-baiknya. Perhatikan ketinggian sandaran kaki. Jika penyangga kaki terlalu tinggi, sudut fleksi pinggul akan terlalu besar, dan beban akan semakin bertambah pada tuberkulum iskia, sehingga mudah menimbulkan luka tekan.
9. Istirahat punggung
Punggung dapat dibagi menjadi tinggi, miring dan tidak miring. Jika pasien memiliki keseimbangan dan kendali batang tubuh yang baik, kursi roda dengan sandaran rendah dapat dipilih agar pasien memiliki rentang gerak yang lebih luas. Sebaliknya, kita sebaiknya memilih kursi roda dengan sandaran tinggi.
10. Sandaran tangan atau sandaran tangan
Umumnya,
tingginya 22,5 ~ 25cm dari permukaan tempat duduk, dan beberapa braket lengan dapat menyesuaikan ketinggiannya. Selain itu, papan pangkuan dapat dipasang di braket lengan untuk membaca dan makan. Merek kursi roda yang berbeda menggunakan model dan bahan sandaran tangan atau armrest yang berbeda pula. Anda dapat memilih sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri.
Dari Internet